Rabu, 29 Mei 2013
SMPN 1 Probolinggo
Fasilitas SMPN 1 Probolinggo
18 ruang berbasis TIK
- 1 Laboratorium IPA
- 1 Laboratorium Bahasa
Multimedia
- 1 Laboratorium Bahasa
- 1 Laboratorium TIK/PTD
- 1 Laboratorium Tata Boga
- 1 Perpustakaan
- Musholla
- Kantin
- Green House
- UKS
- Ruang Guru berbasis TIK
- Ruang Tata Usaha berbasis TIK
- Ruang Kepala Sekolah berbasis
TIK
- Kamar Mandi / WC Siswa-Siswi
dan Guru yang mencukupi
- Zona HotSpot di seluruh wilayah
Sekolah
- Lapangan Upacara dan lapangan
olahraga
MATA PELAJARAN
- Matematika
- Bahasa daerah
- BK
- IPS ( Sejarah , Geografi ,
Sosiologi , Ekonomi )
- IPA ( Fisika , Biologi )
- Bahasa Inggris
- TIK
- Agama
- Bahasa Arab
- Olahraga
Harapan pendidikan
--> Meningkatnya mutu pendidikan indonesia dan fasilitas pendidikan Indonesia
Hubungan Antarsiswa
--> Hubungan teman antar teman disekolah kami sangat baik dan suka membantu antara teman dengan temanSiswa Berprestasi
TOP 25 INSPIRE SCHOOL AWARDS 2012
Saat ini (2012),
SMP Negeri 1 Probolinggo telah memasuki usia 6 tahun berjalan dalam mengemban
program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Segala daya upaya telah
dilakukan warga sekolah demi terwujudnya manajemen berbasis sekolah dan
manajemen ISO 9001:2008. Segala bidang telah dibangun untuk menuju sekolah
internasional yang mandiri dan berkualitas di level nasional maupun
internasional.Pengiriman pelajar sejumlah 12 orang siswa ke sekolah menengah di
Australia (Young High School) tahun
2010, juga menjadi bukti bahwa siswa kita termasuk siswa yang bertaraf
internasional kalau dilihat dari segi akademis mereka. Sebagian besar
siswa yang duduk berdampingan dengan siswa sekolah di Young mampu meraih nilai
mata pelajaran matematika dan sains lebih baik daripada siswa Young sendiri.
Hal ini dilaporkan oleh guru pembimbing yang mengikuti mereka ke Australia.Pada
saat mereka ada di Young, mereka mengikuti kegiatan sekolah bersama siswa
Australia sekaligus pulang ke rumah. Sehingga mereka akan mengenal budaya
belajar dan tradisi positif yang dilakukan siswa pasangan mereka. Salah satu
tujuan pengiriman mereka ke Ausie untuk mengubah mereka sehingga mereka
bisa adaptasi dan adopsi budaya internasional yang sesuai dengan budaya nasional,
terutama berkenaan dengan kedisiplinan dan kejujuran mereka serta daya juang
mereka dalam menghadapi dunia global.Selain itu, prestasi guru sebagai guru
berprestasi dan guru professional juga sangat diperhitungkan. Prestasi siswa di
bidang akademis dan non-akademis di tingkat regional dan nasional merupakan hal
yang sangat bergengsi merupakan indicator keberhasilan guru dalam mendidik dan
mengajar. Prestasi cemerlang yang diraih oleh siswa adalah sebagai
berikut:Juara 1 Basket Putera Nasional, (O2SN)Jakarta 2010.Medali Perunggu
Bahasa Inggris NSO (National Science Olympiads)Surabaya 2011.Medali Perunggu
Biologi NSO (National Science Olympiads) Solo 2012.Finalis Olimpiade Fisika
Tingkat Nasional,Pontianak 2012. Juara 3, Cipta Resep Masakan Tingkat Provinsi
Jawa Timur, Surabaya 2012.Akhirnya, perjuangan demi perjuangan warga sekolah
dalam meningkatkan kinerjanya mendapat timbal balik yang signifikan. Hal ini
terbukti bahwa pada tanggal 2 November 2012 Kepala Sekolah Drs. Hartono, M.Pd.,
Wakil Kepala Sekolah Drs. Wiwik Hariono, Penjab RSBI Masjhari, M.Pd. dan
Ketua Komite Sekolah Ir. Djoko Hardijo, MM. diundang ke hotel Sari Pan Pacific
Jakarta untuk menerima anugerah TOP 25 INSPIRE SCHOOL AWARDS 2012
dipersembahkan kepada SMP Negeri 1 Probolinggo dan Drs. Hartono, M.Pd. dengan
kategori TOP EXCELLENT EDUCATION OF THE YEAR. Penghargaan ini dilegalisasi oleh
Menteri Pendidikan Nasional, M. NUH dan Menteri Koperasi dan UKM.Penghargaan
ini patut diterima SMP Negeri 1 Probolinggo yang selama ini telah memberanikan
diri untuk bekerja mandiri dalam mewujudkan fasilitas sekolah yang bertaraf
internasional dan meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia dalam menciptakan
pembelajaran yang kontekstual serta membangun jejaring dengan sekolah dalam
negeri maupun luar negeri Young High School di New South Wales, Australia dan
sekolah-sekolah di kawasan Asia.Dalam membangun gedung sekolah, SMP Negeri 1
Probolinggo didukung oleh Dinas Pendidikan, Pemerintah Kota Probolinggo dan
semua wali siswa serta masyarakat peduli pendidikan. Sehingga, bulan Januari
2013, gedung yang baru sudah bisa ditempati dan ruang business juga akan segera
dioperasikan.Selain itu, penghargaan di atas patut diterima sekolah karena
prestasi siswa di bidang akademis dan non-akademis. Selama kurun waktu tiga
tahun terakhir ini, prestasi tingkat provinsi Olimpiade MIPA, Seni Samroh, dan
Lomba Mencipta Resep Masakan telah diraih oleh siswa. Selain itu, prestasi
nasional National Science Olympiads (NSO) yang diikuti siswa RSBI seluruh
Indonesia juga telah diraih siswa SMP Negeri 1 Probolinggo. Pada NSO Surabaya
2011 Medali Perunggu Olimpiade Bahasa Inggris diraih oleh: Amrina Rosyada dan
pada NSO Solo 2012 Medali Perunggu Biologi diraih Mega Ratnasari.Itulah,
prestasi yang telah diperoleh siswa sekolah ini. Sehingga pantaslah kalau SMP
Negeri 1 Probolinggo menerima TOP 25 INSPIRE SCHOOL AWARDS 2012 sebagai sekolah
yang ingin selalu maju dengan segudang prestasi dan bermanfaat bagi semua warga
Indonesia. Namun memepertahan prestasi sekolah lebih berat dari pada mengukirnya.
Semoga Allah selalu melindungi perjalanan hidup sekolah ini.
Sejarah Singkat
Sejarah Singkat
PROFIL DAN SEJARAH SINGKAT SMPN 1 PROBOLINGGO.
PROFIL SINGKAT
Nama : Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Probolinggo
Alamat : Jl. Imam Bonjol 49 Kec. Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur
Telp. : (0335) 421620
Fax : (0335) 420936
Kepala Sekolah : Drs. HARTONO, M.Pd
Namun, sumber lain menunjukkan bahwa pada tahun itu, sekolah ini sudah bernama SMP (Sekolah Menegah Pertama). Berdasarkan memori dan catatan Bp. Darapai seorang alumnus angkatan 1945, pada tahun 1945, sekolah ini telah memiliki lagu mars seperti tertulis di samping ini. Lokasi sekolah pada masa awal kemerdekaan dan masa agresi Belanda berpindah-pindah sesuai dengan kondisi sosial politik pada masa itu. Sebagai MULO, Chugakko dan awal masa sebagai sekolah kebangsaan, SMP Negeri 1 Probolinggo berlokasi di Markas Polres Probolinggo sekarang di Jalan dr.Saleh. Setelah agresi Belanda I tahun 1947, saat Kota Probolinggo praktis di bawah pengawasan Belanda, atas perintah Belanda, sekolah dipindahkan ke bekas Noormal School (Sekolah Guru), sekarang markas Bataliyon Zipur 510 utara jalan, di Jalan Raya Sukarno-Hatta. Kepindahan ini sekaligus menandai kepindahan status sekolah dari sekolah nasional menjadi sekolah Federal Belanda dengan durasi sekolah selama empat tahun. Adapun lokasi sekolah lama di Jalan dr. Saleh dialih-fungsikan menjadi markas polisi sampai sekarang.
Sekolah Federal ini tidak bedomisili lama di bekas Noormal School. Lagi-lagi untuk kepentingan agresor Belanda, pada tahun 1949 (mungkin awal tahun), sekolah ini dipindahkan ke Jalan dr. Sutomo sekarang, tepatnya di kompleks rumah yang sekarang bernomor 48. Bekas sekolah Federal ini di Jalan Sukarno-Hatta dialih-fungsikan menjadi markas tentara.
Hidup sekolah ini di Jalan dr. Sutomo tidak berlangsung lama. Pada tahun 1949 itu juga (diperkirakan akhir tahun), sekolah ini dipindahkan lagi ke bekas HCS (Holland Chiniesche School), yaitu sekolah Belanda untuk kaum Cina, yang berlokasi di SMP Negeri 1 Probolinggo yang sekarang tetapi waktu itu menghadap ke Jalan dr. Saleh. Pada tahun 1950, atas instruksi Presiden RI Soekarno di Jogjakarta, seluruh sekolah menegah pertama harus berdurasi tiga tahun sehingga pada tahun itu dilakukan ujian dua kali yakni untuk kelas empat dan kelas tiga. Instruksi itu sekaligus menandai berakhirnya masa hidup sekolah Federal Belanda yang berdurasi empat tahun.
Sekolah ini adalah sekolah perjuangan. Konon digambarkan oleh para alumni, bahwa mereka ikut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Akibat dari perjuangan para siswa ini, banyak diantara mereka yang terpaksa meninggalkan sekolah pada kurun waktu tertentu untuk berjuang/bergerilya dan baru kembali lagi ke sekolah beberapa saat kemudian. Beberapa diantara mereka harus rela diturunkan kelasnya akibat perjuangannya ini tanpa keluhan sedikitpun.
Semangat perjuangan pendahulu kita itu, dengan motto “agar dapat berguna ‘tuk nusa dan bangsa”, seperti syair lagu mars era 45-an yang tertuang pada kopi di atas, menjadi tradisi yang dilestarikan dan dikembangkan penerusnya dengan dinamis, dan diharapkan terus dilestarikan sebagai penyemangat juang bagi generasi sekarang; walaupun implementasinya berbeda bentuknya.
Pada masa kemerdekaan, sekolah sempat berganti nama menjadi SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama), dan kembali menjadi Sekolah Menegah Pertama (SMP) setelah era Otonomi Daerah.
Sebagai SMP Negeri tertua di kawasan Probolinggo sekolah ini pernah menjadi sekolah induk bagi banyak sekolah negeri filial yang baru didirikan. Tercatat SMP Negeri 5, SMP Negeri 3, SMP Negeri 6, SMP Negeri 10 Kota Probolinggo dan SMP Negeri Tongas, SMP Negeri Patalan dan SMP Negeri Sukapura di Kabupaten Probolinggo adalah SMP-SMP yang pada awalnya adalah sekolah binaan
SMP Negeri 1 Probolinggo.
|
Langganan:
Komentar (Atom)






